Kota Dumai — Ketua Persatuan
Muballigh Dumai (PMD) bersama salah seorang Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota
Dumai dan beberapa tokoh menggelar pertemuan strategis bertajuk ngopi dan bincang
santai guna berdiskusi tentang mematangkan arah dan pola kemitraan antara PMD
dengan BAZNAS Kota Dumai ke depannya. Pertemuan ini tentunya belum akan
memustuskan hasil kesepakatan apapun karena ini masih tahap awal perbincangan kedua
belah pihak, jelas H. Panaekan, Lc selaku ketua PMD kota Dumai. Namun
setidaknya ini adalah langkah awal, dan insyaAllah dalam beberapa hari ke depannya kita
akan datang ke kantor BAZNAS kota Dumai untuk diskusi tindak lanjut pertemuan ini,
lanjut Panaekan.
Dalam pertemuan ini juga tampak hadir sejumlah
tokoh masyarakat dan KH. Rahmat Hafifi, Lc selaku Dewan Penasehat, serta H.
Sutriono selaku Pembina Eksternal. Dalam paparannya, penasehat
PMD, KH. Rahmat Hafifi, Lc, memberikan pandangan dari sudut pandang
sosial-keagamaan. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini harus dilandasi prinsip
transparansi, amanah, dan keadilan distribusi. Keberadaan BAZNAS dan lembaga
kemasyarakatan seperti PMD merupakan dua pilar utama yang saling melengkapi
dalam merawat kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Dumai, khususnya dalam
oragnisasi internal PMD Kota Dumai sendiri.
"Pengelolaan
potensi dana umat menuntut akuntabilitas tinggi serta pemahaman fiqih sosial
yang tepat. Hubungan harmonis antara PMD dan BAZNAS menjadi kunci agar mustahik
tidak hanya terbantu secara konsumtif, tetapi perlahan bertransformasi menjadi
muzaki melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan," jelas KH. Rahmat
Hafifi.
Menanggapi hal
tersebut, Komisioner BAZNAS Kota Dumai, Dinul Falhan, M.Pd.I, menyambut baik
komitmen kemitraan ini. Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Dumai terus berinovasi
dalam mengoptimalkan lima pilar program utama, yaitu Dumai Makmur, Dumai
Cerdas, Dumai Sehat, Dumai Peduli, dan Dumai Dakwah.
"Kami sangat
mengapresiasi inisiatif jajaran PMD. BAZNAS membutuhkan mitra strategis di
lapangan untuk melakukan verifikasi faktual dan pendampingan berkelanjutan,
serta sosialisasi pentingnya penyaluran zakat oleh masyarakat kota Dumai kepada
BAZNAS Kota Dumai. Dengan keterlibatan aktif tokoh-tokoh dan para Da'i PMD, efektivitas
program pemberdayaan ekonomi ummat akan dapat kita pantau bersama secara berkala,"
tutur Dinul Falhan.
Diskusi berlangsung
hangat dengan masukan dari para tokoh yang hadir. H. Sutriono menyoroti
pentingnya program pelatihan wirausaha bagi keluarga anggota PMD kota Dumai
sebelum mereka menerima bantuan modal produktif. Sementara itu, Agustri menggaris bawahi
bahwa perlunya penyusunan nota kesepahaman tertulis agar rencana kerja bersama
ini memiliki payung hukum serta rencana aksi tahunan yang jelas.
Pertemuan tersebut setidaknya menyepakati beberapa poin penting, diantaranya adalah pentingnya tindaklanjut dari
pertemuan tersebut dengan dilakukannya pertemuan oleh kedua belah
pihak antara PMD dan BAZNAS Kota Dumai. Melalui sinergi yang makin solid ini,
PMD dan BAZNAS Kota Dumai optimis mampu memberikan kontribusi nyata dalam
menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ummat di kota Dumai.(*)