Kota Dumai, Pengurus Persatuan Muballigh Dumai (PMD) menggelar rapat koordinasi strategis guna mempersiapkan dan penyusunan jadwal dan materi dakwah masyarakat ke depan. Pertemuan penting ini
dihadiri oleh jajaran teras organisasi, yang terdiri atas unsur Ketua, Sekretaris,
dan Bendahara (KSB), serta Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II. Rapat tersebut
dipimpin langsung oleh Ketua PMD, H. Panaekan, Lc, dengan agenda tunggal
pembentukan Tim Ahli penyusunan judul serta materi khutbah Jumat dan Ramadhan
1448 Hijriah.
Dalam pembukaan
rapat, H. Panaekan menekankan urgensi standardisasi serta pembaruan materi
dakwah agar tetap relevan dengan dinamika persoalan umat saat ini. Menurutnya,
mimbar Jumat dan momentum Ramadhan merupakan sarana edukasi keagamaan paling
strategis untuk membangun kesalehan individu sekaligus kesadaran sosial warga.
Oleh sebab itu, materi yang disampaikan para khatib dan dai binaan organisasi
tidak boleh disusun secara spontan, melainkan harus berbasis riset mendalam,
berbobot keilmuan, serta kontekstual.
"Tantangan
umat hari ini menuntut para pendakwah untuk menyajikan konten yang mencerahkan,
menyejukkan, sekaligus solutif. Khutbah Jumat tidak boleh sekadar menjadi
rutinitas tanpa ruh, dan pesan-pesan selama Ramadhan 1448 H nanti harus mampu
menggerakkan kesadaran beragama secara utuh. Keberadaan Tim Ahli ini merupakan
langkah strategis untuk memastikan materi yang turun ke masyarakat memiliki
kedalaman dalil sekaligus menyentuh realitas sosial," ujar H. Panaekan
saat memberikan arahan.
Diskusi kemudian berlanjut
pada pemetaan kriteria akademis dan kompetensi para tokoh yang akan dilibatkan
ke dalam Tim Ahli. Wakil Ketua II, yang membidangi kurikulum dan kajian dakwah,
memaparkan gambaran draf silabus yang membagi fokus kajian khutbah menjadi
beberapa pilar, seperti akidah penguat integritas, syariah transformatif, etika
publik, serta pemberdayaan ekonomi umat. Sementara itu, Wakil Ketua I, yang
mengoordinasikan bidang relasi kelembagaan dan penyebaran materi, menguraikan
mekanisme distribusi berkas khutbah agar dapat tersampaikan secara merata, baik
melalui format cetak maupun dokumen digital ke masjid-masjid naungan.
Jeeny Rahmayana dari unsur Bendahara
turut menyampaikan kesiapan alokasi pembiayaan operasional, mulai dari proses literatur, pembahasan draf, percetakan buku panduan, hingga
rencana lokakarya bagi para khatib menjelang tahun dakwah 1448 H. Kesiapan
anggaran ini ditujukan agar kerja tim tidak terhambat persoalan teknis dan
penerbitan buku panduan rampung tepat waktu.
Mendengar masukan
menyeluruh dari seluruh jajaran pimpinan yang hadir, H. Panaekan langsung
memberikan instruksi tegas kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMD. Ia meminta
agar kepengurusan administrasi disegerakan dan penugasan resmi segera
diformalkan. "Kepada
Sekjen, saya minta agar Surat Keputusan (SK) penetapan nama-nama Tim Ahli ini
diterbitkan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dokumen legalitas ini krusial
agar para pengurus, pakar fikih, dan akademisi yang telah kita tunjuk bisa segera
menggelar rapat kerja perdana dan mengunci kerangka materi sebelum bulan-bulan
dakwah mendatang tiba," tegas H. Panaekan menutup sesi konsolidasi.
Imam Wahyudi selaku Sekjen PMD Kota Dumai menyambut arahan tersebut dengan menyatakan kesiapan jajaran staf administrasi
untuk memfinalisasi draf penugasan dalam beberapa hari ke depan. Dengan
terbitnya SK Tim Ahli nanti, PMD menargetkan penyusunan jadwal dan penulisan buku panduan khutbah
Jumat reguler serta ceramah khusus Ramadhan 1448 H dapat selesai dan
didistribusikan ke seluruh anggota PMD dan juga jaringan masjid jauh sebelum jadwal penugasan dimulai.(Nayyer)