Kota Dumai, PMDkotadumai — Pengurus
Persatuan Muballigh Dumai (PMD) masa bakti 2026–2029 secara resmi menggelar
Rapat Kerja (Raker) guna menyusun arah program kerja strategis serta memperkuat
peran mubalig di tengah masyarakat Kota Dumai. Pertemuan penting ini dihadiri
oleh jajaran pelindung, dewan pembina, serta seluruh pengurus PMD yang baru
diamanahi kepengurusan.
Ketua PMD terpilih, H. Panaekan, Lc, dalam
sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang
senantiasa mendukung kiprah dakwah PMD di Kota Dumai. Ia menegaskan bahwa
amanah kepengurusan untuk periode 2026–2029 merupakan tanggung jawab moral dan
spiritual yang besar dalam menjaga kualitas pembinaan umat.
"Keberadaan
Persatuan Muballigh Dumai bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan benteng
moral yang harus terus menghadirkan dakwah sejuk, mencerahkan, dan menyatukan
umat. Periode 2026–2029 ini menuntut kita untuk semakin adaptif terhadap
perkembangan zaman, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat," ujar H.
Panaekan.
Ia menambahkan,
keterlibatan aktif dewan pembina dan pelindung menjadi fondasi penting bagi
pengurus dalam menjalankan program kerja yang terukur dan aplikatif.
"Melalui raker ini, mari kita susun program-program yang langsung
menyentuh kebutuhan masyarakat, meningkatkan kapasitas keilmuan para mubalig,
serta mempererat silaturahmi antarda’i di seluruh penjuru Dumai,"
pungkasnya.
Guna memperkuat
kapasitas manajerial kepengurusan, raker kali ini turut menghadirkan Ketua
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Dumai, Agustri, sebagai narasumber
dalam sesi penguatan keorganisasian. Kehadiran figur pengawas pemilu ini
memberikan perspektif segar mengenai tata kelola lembaga yang akuntabel, tertib
administrasi, serta berdaya tahan tinggi.
Dalam paparannya,
Agustri menekankan betapa krusialnya membangun struktur organisasi kepengurusan
yang solid dan terkoordinasi dengan baik. Menurutnya, sebuah organisasi
kemasyarakatan berbasis dakwah akan mampu bertahan dan memberi dampak luas
hanya bila ditopang oleh kepemimpinan kolektif kolegial serta komunikasi
internal yang sehat.
"Sebuah
organisasi, termasuk Persatuan Muballigh Dumai, memerlukan soliditas yang kokoh
dari pucuk pimpinan hingga ke divisi pelaksana. Kepengurusan yang kuat bukan
hanya tentang banyaknya program kerja di atas kertas, melainkan bagaimana
pembagian tugas berjalan efektif, saling melengkapi, dan memegang komitmen
bersama," papar Agustri di hadapan peserta raker.
Lebih lanjut,
Agustri menggarisbawahi bahwa pemahaman terhadap dinamika keorganisasian akan
meminimalkan konflik internal dan mempermudah pencapaian visi bersama.
Organisasi yang matang ditandai dengan transparansi, loyalitas pada garis
keputusan organisasi, serta kesiapan dalam merespons berbagai persoalan
keumatan secara terstruktur.
Rapat kerja PMD
periode 2026–2029 ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi komisi, di mana
masing-masing bidang merumuskan agenda dakwah, pelatihan kaderisasi mubalig
muda, hingga penguatan kerja sama lintas lembaga di Kota Dumai. Acara
berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dakwah
Islam di Kota Dumai.(Nayyer)