MENOLAK PAHAM KOMUNISME

25 Sep 2026  |  209 views
MENOLAK PAHAM KOMUNISME

*Oleh: Ust. Panaekan, LC

(Ketua Persatuan Muballigh Dumai)

 

Mengenal Paham Komunisme

Dalam timbangan syariat Islam, komunisme bukan sekadar varian teori ekonomi atau sistem tata negara biasa, melainkan sebuah ideologi utuh yang menusuk langsung ke jantung akidah Islamiyah. Doktrin materialisme dialektis yang menjadi tulang punggung paham ini menolak keberadaan Sang Pencipta, alam ghaib, serta hari pembalasan. Manusia dipandang semata-mata sebagai materi yang bergerak, hidup, lalu binasa ditelan sangkala zaman tanpa pertanggungjawaban ukhrawi.

 

Pandangan Islam Terhadap Paham Komunisme

Al-Qur'an telah membantah keras cara pandang kaum materialis ini dalam firma Allah SWT, yaitu:


Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (Surah Al-Jatsiyah ayat 24)

 

Ayat ini menyadarkan manusia bahwa menafikan hari kebangkitan dan meyakini bahwa kehidupan hanyalah sebatas dunia fana adalah kekeliruan fatal yang mencabut status keimanan seorang hamba dari lingkaran tauhid.

 

Kesesatan Filosofis Komunisme

Kesesatan filosofis tersebut kemudian merembes ke dalam sendi-sendi muamalah dan hak asasi manusia. Komunisme memaksakan doktrin kepemilikan mutlak di tangan penguasa dengan merampas hak milik pribadi yang dianggap sebagai sumber ketimpangan kelas. Padahal, syariat Islam secara tegas menempatkan perlindungan terhadap harta (hifdz al-mal) sebagai pilar suci tujuan syariat (maqashid asy-syari'ah). Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala yang mengharamkan perampasan harta tanpa hak. yaitu:


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Surah An-Nisa' ayat 29)

 

Rasulullah Saw mengukuhkannya dalam Khutbah Wada' bahwa darah, harta, serta kehormatan setiap mukmin adalah suci dan terlindungi. Islam menolak keserakahan modal bukan dengan cara menghalalkan perampasan aset individu secara tirani, melainkan melalui jalan keadilan distributif yang beradab lewat instrumen zakat, infak, sedekah, serta pengharaman riba dan monopoli.

 

Kerusakan Pemahaman Komunis di tingkat sosial

Kerusakan paling nyata di tingkat sosial adalah doktrin pertentangan kelas (Klassenkampf) yang menuntut penghancuran satu golongan oleh golongan lain lewat revolusi dan pertumpahan darah. Komunisme menuduh agama sebagai racun penidur kesadaran kaum buruh, padahal Islam justru hadir sebagai risalah pembebas manusia dari segala bentuk tirani thaghut menuju keadilan sejati.


Perbedaan tingkat rezeki di tengah manusia bukanlah alasan untuk memelihara dendam sejarah atau membantai sesama, melainkan sunnatullah yang dirancang agar manusia saling membutuhkan, tolong-menolong, dan bersinergi dalam ketaqwaan, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT, yaitu:


Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Surah Az-Zukhruf ayat 32)


Dengan demikian, penolakan seorang muslim terhadap komunisme berpijak pada fondasi yang tak tergoyahkan. Bahwa mempertahankan tauhid, memuliakan jiwa manusia, serta menjaga keharmonisan masyarakat adalah amanah ilahi yang tidak boleh diruntuhkan oleh ideologi materialisme ateistik yang anti-tuhan.(*)

 


Bagikan:
Facebook WhatsApp X