Oleh
: Dr. Jeeny Rahmayana, M.Pd.I
Dalam kehidupan dunia yang serba cepat
dan materialistis, manusia sering kali terfokus pada investasi dunia: harta,
properti, dan berbagai bentuk keuntungan finansial. Namun dalam perspektif
Islam, terdapat konsep investasi yang jauh lebih penting dan abadi, yaitu investasi
akhirat. Ini bukan sekadar metafora, melainkan prinsip hidup yang
mengarahkan manusia untuk menanam amal kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan
setelah mati.
Allah SWT telah mengingatkan kita dalam ayatnya:
??????
??????????? ????????? ????????? ?????????? ?????????????? ????? ???????????
????? ??????????? ????? ???????? ??????????? ??
Mengapa
kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan
kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian
kepada-Nya-lah kamu dikembalikan
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT telah
mengingatkan kita tentang proses perjalanan yang sudah, sedang, dan akan kita
lalui sebagai makhlukNya. Yang mana ada 2 kematian, dan 2 kehidupan yang pasti
akan kita jalani. Kematian pertama sudah kita lalui, yaitu sebelum ruh ditiupkan
ke dalam janin seorang ibu, kehidupan pertama sedang kita
jalani, selanjutnya 2 tahapan lagi yaitu kematian, dan kehidupan yang kekal
sedang menunggu kita.
Pertanyaan untuk diri kita adalah investasi
apa yang sudah kita siapkan untuk 2 tahap berikutnya ini?
Sementara Allah SWT dalam ayat lain juga sudah
mengingatkan kita, agar jangan mati dulu sebelum kita menjadi orang yang
selamat untuk 2 tahapan berikutnya ini. Yaitu sebagaimana FirmanNya:
???????????? ????????? ?????????? ????????? ???????
????? ?????????? ????? ?????????? ?????? ???????? ???????????? ???
Kalimat ?????
?????????? ?????? ???????? ???????????? dalam surat Ali
Imran; ayat 102 ini menjelaskan bahwa Allah SWT sudah mengingatkan kita bahwa janganlah
kita mati dahulu sebelum kita menjadi orang yang selamat. Yaitu selamat
dari azab kubur, padang masyar, yaumul hisab, yaumul mizan, siratul mustaqim,
dan azab neraka.
Oleh sebab itu mari kita siapkan investasi akhirat
kita dengan 2 cara, yaitu:
1. Perbaiki hablu minallah kita;
2. Perbaiki hablu minannas kita.
Bagaimana cara memperbaiki hablu minallah kita?
1. Jangan pernah meninggalkan sholat, dan perbaiki kualitas sholat kita
menajdi lebih baik.
2. Tingkatkan investasi zakat, sedekah, dan infak kita sebanyak-banyaknya.
3. Sempurnakan puasa ramadhan kita, termasuk yang pernah kita tinggalkan.
4. Mulailan berniat agar bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
Dan selain ibadah wajib di atas, iringi
ibadah-ibadah wajib di atas dengan ibadah-ibadah Sunnah yang sudah diajarkan
oleh Rasulullah Saw.
Bagaimana cara memperbaiki hablu minannas kita?
1. Perbaiki selalu ikatan silaturrahmi kita.
2. Jangan pernah meninggalkan hutang piutang.
3. Jauhi larangan-larangan Allah dalam bermuamalah seperti riba, tadlis,
taghrir, dan lain-lain.
4. Dan lain sebagainya.
INGAT !!: Dosa Habluminannas kita akan dapat menghilanglah
tabungan investasi ibadah wajib dan sunnah kita. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam salah
satu riwayat bahwa ada orang yang nantinya merasa yakin bahwa dia akan
dimasukkan ke dalam surga Allah SWT. Karena pahala ibadah wajib dan Sunnahnya
yang sangat banyak yang telah dia persiapakan sewaktu hidup di dunia. Namun
ternyata di yaumul mizan dia kaget, karena pahala-pahala itu sudah tidak ada
lagi. Karena sudah diberikan kepada orang lain.